SANGATTA – Ancaman balap liar yang kerap muncul di titik-titik strategis Kota Sangatta kembali memaksa aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli. Unit Turjawali Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur (Kutim) mengerahkan patroli kendaraan roda empat (R4) untuk mengantisipasi potensi pelanggaran lalu lintas, khususnya di kawasan Simpang Telkom, Jalan Yos Sudarso IV.
Langkah ini dilakukan menyusul masih kuatnya indikasi Simpang Telkom sebagai lokasi favorit berkumpulnya kelompok remaja pada malam hari, terutama pasca-perayaan tahun baru. Meski telah berulang kali ditertibkan, praktik balap liar dinilai belum sepenuhnya hilang dan terus berpindah lokasi, memanfaatkan celah pengawasan.
Patroli dimulai dari Pos Terpadu Operasi Lilin Mahakam Simpang 3 Pendidikan, dengan rute menyisir Jalan Yos Sudarso III, Jalan Yos Sudarso IV, hingga kawasan Road 9. Aparat mengombinasikan patroli kendaraan roda dua (R2) untuk memantau kelancaran arus lalu lintas, serta patroli R4 yang difokuskan pada titik-titik rawan yang berpotensi menjadi arena kebut-kebutan ilegal.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto melalui Kasat Lantas Polres Kutim AKP Rezky Nur Harismeihendra menyebut patroli ini sebagai langkah preventif menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Namun di sisi lain, penguatan patroli juga menjadi cermin bahwa persoalan balap liar belum tertangani secara tuntas.
“Fokus kami di Simpang Telkom Jalan Yos Sudarso IV yang kerap disinyalir menjadi titik kumpul remaja untuk balap liar. Kehadiran personel diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelanggar lalu lintas,” ujar AKP Rezky, Sabtu (3/1/2026).
Ia menegaskan, selain mencegah balap liar, petugas juga memantau arus lalu lintas di jalur protokol, termasuk Road 9, guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan kondusif.
Hingga patroli berakhir, arus lalu lintas terpantau lancar dan tidak ditemukan aktivitas balap liar. Namun kondisi ini kembali menimbulkan catatan kritis: efektivitas penertiban masih sangat bergantung pada kehadiran aparat di lapangan. Tanpa pengawasan berkelanjutan dan pendekatan preventif yang lebih menyentuh akar persoalan, balap liar berpotensi kembali muncul, mengancam keselamatan pengguna jalan dan menegaskan lemahnya disiplin berlalu lintas di ruang publik.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


