Hari Pertama Sekolah di Kutim, Susu Gratis Mengalir ke Siswa

SANGATTA– Hari pertama masuk sekolah semester II di Kutai Timur (Kutim) tidak hanya diwarnai kembalinya aktivitas belajar mengajar, tetapi juga penyaluran program susu gratis kepada siswa sekolah dasar. Program tersebut terpantau di sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 006 dan SD Negeri 007 Sangatta Utara, Senin (5/1/2026).

Di Halaman sekolah, siswa tampak antusias menerima susu gratis yang dibagikan langsung oleh pihak sekolah. Program ini diklaim sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah sekaligus menekan risiko kekurangan gizi.

Susu gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kutim. Pemerintah daerah menyebut sinergi lintas sektor ini sebagai langkah awal memastikan tumbuh kembang anak berjalan seimbang, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesehatan.

Namun di balik keceriaan siswa, muncul catatan kritis terkait kesinambungan program. Hingga hari pertama pelaksanaan, belum ada penjelasan terbuka mengenai durasi program, frekuensi pembagian, maupun jangkauan sekolah yang akan menerima manfaat secara berkelanjutan.

Baca Juga:   Investor China Belum Deal, Kutim Minta Target Investasi Ditinjau Ulang

Kepala SD Negeri 006 Sangatta Utara, Sukarmi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu siswa, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan atas bantuan susu, seragam, hingga sepatu bagi siswa,” ujar Sukarmi.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya meringankan kebutuhan dasar siswa, tetapi juga berdampak pada kepercayaan diri anak saat mengikuti pembelajaran. Ia menilai suasana belajar di hari pertama semester menjadi lebih hidup dan penuh semangat.

“Anak-anak terlihat sangat senang. Hari pertama masuk sekolah jadi lebih berkesan karena mereka merasa diperhatikan,” jelasnya.

Meski demikian, pihak sekolah berharap program susu gratis tidak berhenti sebagai agenda awal semester. Tantangan pemenuhan gizi anak usia sekolah, khususnya di daerah pinggiran dan pelosok Kutim, dinilai membutuhkan intervensi yang konsisten dan terukur.

Tanpa skema berkelanjutan dan pemerataan distribusi, program susu gratis berisiko hanya menjadi simbol kepedulian sesaat. Publik kini menanti komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program ini benar-benar menjadi kebijakan jangka panjang, bukan sekadar hadir di hari pertama sekolah.

Baca Juga:   Perkuat Kapasitas PAUD dan PNF Lewat Sosialisasi RPTL Disdikbud Kutim

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R