Cuaca Buruk Bikin Pasokan Seret, Harga Ikan di Pasar Induk Sangatta Melonjak

SANGATTA — Aktivitas perdagangan ikan di Pasar Induk Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melemah akibat cuaca buruk yang melanda wilayah perairan. Pasokan ikan tersendat, harga melonjak, dan sejumlah pedagang memilih menutup lapak sementara.

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak lapak ikan yang biasanya dipenuhi stok kini kosong. Hanya beberapa pedagang yang tetap berjualan dengan persediaan terbatas. Kondisi ini kontras dengan hari normal ketika beragam jenis ikan laut maupun air tawar mudah ditemukan.

Salah seorang pedagang, Imran, mengatakan cuaca ekstrem membuat nelayan enggan melaut karena gelombang tinggi. Dampaknya, pasokan dari luar daerah juga datang tidak menentu.

“Sekarang ikan susah. Kalau ada pun harganya mahal semua,” ujar Imran, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga signifikan. Saat kondisi normal, ikan tongkol dijual di kisaran Rp28–32 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp45–50 ribu. Ikan kembung yang biasanya Rp35–38 ribu, sekarang mencapai Rp50–55 ribu per kilogram.

Sementara itu, ikan bandeng naik dari Rp30–33 ribu menjadi Rp40–45 ribu per kilogram. Ikan nila yang normalnya Rp30–32 ribu kini dijual Rp38–42 ribu per kilogram, sedangkan ikan patin naik dari Rp28–30 ribu menjadi Rp35–40 ribu per kilogram.

Baca Juga:   Dari Hobi Jadi Prestasi: Jejak Emas Nana di Lintasan Trail

Menurut Imran, lonjakan harga membuat risiko kerugian semakin besar. Modal yang dibutuhkan tinggi, sementara daya beli masyarakat menurun. Karena itu, sebagian pedagang memilih menutup lapak sementara.

“Daripada rugi, lebih baik tidak jualan dulu. Ikan mahal, pembeli juga sepi,” katanya.

Kondisi ini turut dirasakan pembeli. Sebagian warga mengurangi pembelian ikan atau beralih ke lauk lain. Pedagang berharap cuaca segera membaik agar nelayan kembali melaut, pasokan ikan kembali normal, dan harga di Pasar Induk Sangatta bisa kembali stabil.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R