BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri seremoni pelepasan ekspor pupuk urea ke Australia yang berlangsung di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kemenko Pangan RI Bara Khrisna Hasibuan, serta Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian RI Andi Nur Alamsyah.
Selain itu hadir pula Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Gus Rizal, unsur Forkopimda hingga pejabat instansi vertikal di Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Kaltim atas capaian ekspor pupuk yang dinilai menjadi langkah strategis bagi industri pupuk nasional.
Ia mengungkapkan Indonesia direncanakan mengekspor pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton dan ditargetkan meningkat hingga 500 ribu ton dengan nilai kerja sama diproyeksi mencapai sekitar Rp7 triliun.
“Ini membuktikan industri pupuk Indonesia mampu bersaing di pasar global. Ke depan volume ekspor akan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Amran, capaian tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Ia juga menyebut kebijakan pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas harga pupuk subsidi sekaligus meningkatkan ketersediaan pupuk bagi petani di Indonesia.
Selain Australia, sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Brasil dan Bangladesh juga disebut mulai menunjukkan minat terhadap produk pupuk asal Indonesia.
Sementara itu, Deputy Ambassador Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama perdagangan pupuk antara Indonesia dan Australia.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi simbol kemitraan strategis kedua negara dalam mendukung ketahanan pangan.
Ia menyebut pupuk yang diekspor dari Indonesia nantinya akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian Australia, termasuk untuk komoditas gandum yang digunakan dalam berbagai produk konsumsi di Indonesia.
“Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan kedua negara,” pungkasnya. (MK)
Penulis: Dwi S
Editor: Agus S


