Bambang Tegaskan Dirinya Putra Asli Kaltim

SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (13/6/2026) malam, menetapkan Bambang Soepriyadi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim periode 2026–2031.

Bambang terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan penuh dari peserta Musda. Penetapan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepemimpinannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang mengikuti jalannya Musda secara daring menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi sebagai modal utama menghadapi agenda politik mendatang.

Menurut AHY, perbedaan pandangan di internal partai merupakan hal yang wajar. Namun seluruh kader harus memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan Partai Demokrat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Organisasi kita solid, bersatu, kokoh. Bukan berarti semua harus sama dalam pemikiran, tetapi mari kita terus mencari kesamaan tujuan. Ini rumah besar kita dan negara kita yang harus dirawat dengan hati serta pikiran yang jernih,” ujar AHY.

Ia juga meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput agar Demokrat mampu meraih hasil yang lebih baik pada Pemilu 2029, baik di legislatif maupun pemerintahan daerah.

Baca Juga:   Dulu Ditakuti di Newsroom, Kini Bambang Janu Santai di Warung Pecel

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang hadir langsung dalam Musda menilai pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan.

Menurutnya, Musda bukan hanya forum memilih ketua baru, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas, serta membangun solidaritas kader Demokrat di Benua Etam.

“Demokrat bukan hanya membangun wacana, tetapi harus hadir dan berkiprah langsung di tengah masyarakat. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat yang ingin bergabung sepanjang memiliki loyalitas dan mematuhi aturan organisasi,” kata Herman.

Ia menjelaskan, sesuai mekanisme AD/ART partai, hasil Musda selanjutnya akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat untuk mendapatkan penetapan resmi dari Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Irwan Fecho menilai Musda VI memiliki makna historis karena berlangsung bertepatan dengan momentum 25 tahun berdirinya Partai Demokrat.

Irwan memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Bambang Soepriyadi yang telah mengabdi selama tujuh tahun di Partai Demokrat, mulai dari Wakil Ketua DPD hingga dipercaya menjadi Plt Ketua DPD Kaltim.

Baca Juga:   Launching Persia, Disabilitas dan Lansia Kini Punya Perpustakaan Ramah Akses di Bontang

“Mas Bambang bukan kader yang kaleng-kaleng. Beliau sudah bersama Demokrat cukup lama, menjadi wakil ketua DPD sebelumnya dan sekarang menjabat Plt Ketua DPD. Saya meyakini beliau bisa lebih detail, manajerialnya lebih bagus, kepemimpinannya lebih mengakar lagi,” ujar Irwan.

Mantan Anggota DPR RI itu optimistis Bambang mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Partai Demokrat di Kalimantan Timur.

“Insyaallah beliau bisa meyakinkan dan merebut hati masyarakat Kaltim bahwa dengan mempercayai Demokrat, harapan-harapan, keresahan masyarakat, serta tujuan menuju kesejahteraan dapat diperjuangkan oleh Partai Demokrat,” tambahnya.

Irwan mengakui tantangan politik ke depan tidak ringan, terutama menghadapi dinamika pragmatisme dalam kontestasi elektoral. Karena itu, Demokrat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi organisasi maupun penataan calon legislatif untuk menghadapi Pemilu 2029.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Bambang Soepriyadi mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kader Demokrat se-Kaltim. Menurutnya, amanah tersebut akan dijawab dengan kerja nyata untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi partai terhadap pembangunan daerah.

“Selain merasa lega, ini adalah amanah yang harus saya laksanakan. Tugas kita sekarang bagaimana membuat Demokrat di Kalimantan Timur menjadi lebih baik lagi, memajukan daerah, dan memenangkan kontestasi pemilu di 2029 mendatang,” tegas Bambang.

Baca Juga:   Dana Rp200 Triliun Mengalir ke Bank, Kredit Macet Mengintai Kaltim

Bambang juga meluruskan anggapan sebagian pihak yang mengira dirinya bukan putra daerah karena sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas ketua DPD.

Ia menegaskan dirinya lahir dan besar di Kaltim. Bahkan sebelum terjun penuh ke dunia politik, ia pernah berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 2018.

“Mungkin karena status Plt ketua biasanya dari pusat sehingga ada anggapan saya bukan orang Kaltim. Padahal saya lahir di Balikpapan, sekolah di Kaltim, dan pernah menjadi ASN di Kutai Timur. Jadi saya ini asli orang Kaltim,” tutupnya. (MK)

Pewarta: K. Irul Umam

Editor: Agus S.