TENGGARONG – Di tengah tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru menghadapi kondisi berbeda pada program Beasiswa Tematik Kesehatan. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah peminat baru mencapai sekitar 70 orang dari kuota 155 penerima yang disediakan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena hampir seluruh kategori beasiswa lainnya telah memenuhi bahkan melampaui kuota yang tersedia.
Program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik resmi menutup pendaftaran pada 19 Juni 2026 setelah sebelumnya masa pendaftaran diperpanjang dari jadwal awal yang berakhir pada 6 Juni. Perpanjangan dilakukan atas arahan Bupati Kukar agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mendaftar sekaligus menyesuaikan dengan dibukanya Program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Saat ini seluruh berkas peserta tengah menjalani proses verifikasi administrasi yang berlangsung sejak 19 Juni hingga 7 Juli 2026. Tahapan tersebut menjadi proses awal sebelum dilakukan pemeringkatan sesuai kategori beasiswa.
Fathul menjelaskan sebanyak 5.467 proposal telah diterima dari berbagai kategori, mulai Beasiswa Jenjang SMA, Beasiswa Stimulan S1 hingga Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren. Bahkan beberapa kategori telah mencatat jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan.
Kuota Beasiswa Stimulan S1 tahun ini mencapai sekitar 2.900 penerima. Sementara Beasiswa Prestasi SMA dialokasikan bagi 200 penerima dan Beasiswa Prestasi Pondok Pesantren sebanyak 75 penerima.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada Beasiswa Tematik Kesehatan. Dari 155 kuota yang tersedia, jumlah pendaftar belum mencapai separuhnya. Salah satu formasi yang masih minim peminat adalah dokter umum di RSUD Parikesit yang baru diikuti lima pendaftar dari sembilan kuota yang tersedia.
Setelah proses verifikasi administrasi selesai, peserta akan memasuki tahapan pemeringkatan berdasarkan ketentuan masing-masing kategori, baik melalui capaian akademik maupun prestasi nonakademik.
“Tahap pertama adalah memastikan seluruh persyaratan administrasi lengkap, kemudian dilanjutkan dengan pemeringkatan sesuai kategori beasiswa yang diikuti peserta,” ujar Fathul.
Menurutnya, rendahnya jumlah pendaftar pada beasiswa kesehatan bukan disebabkan minimnya sosialisasi. Pemerintah Kabupaten Kukar mengaku telah menyebarkan informasi hingga ke sekolah, kecamatan, dan tingkat RT.
Ia menilai tantangan utama justru berasal dari masih rendahnya kepercayaan diri sebagian pelajar, khususnya yang berasal dari luar Tenggarong, untuk bersaing masuk ke program studi kesehatan.
Padahal, peluang yang diberikan cukup besar. Pemerintah telah membuka akses melalui lima program studi di Universitas Mulawarman, yakni dokter umum, dokter gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan.
“Saat ini tersedia lima program studi di Universitas Mulawarman, yaitu dokter umum, dokter gigi, farmasi, keperawatan, dan kebidanan. Kami ingin semakin banyak putra-putri Kukar memanfaatkan kesempatan ini,” tutup Fathul.
Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.


