Marciano Norman Minta KONI Kaltim Maksimalkan Cabang Unggulan

SAMARINDA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, resmi melantik H. Anderiy Syachrum, S.T., beserta jajaran pengurus KONI Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2026–2030 di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Minggu (12/7/2026) malam.

Pelantikan dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, kepala perangkat daerah, pengurus KONI kabupaten/kota, pimpinan cabang olahraga, serta tokoh olahraga.

Dalam sambutannya, Marciano Norman menyampaikan selamat kepada kepengurusan baru dan berharap pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur.

“Pelantikan malam hari ini menjadi catatan sejarah bagi perkembangan pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus KONI Kaltim periode sebelumnya yang dinilai telah memberikan kontribusi terhadap pembinaan olahraga di daerah.

Marciano mengingatkan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab mengembalikan prestasi Kalimantan Timur di tingkat nasional. Ia memaparkan perjalanan prestasi Kaltim yang menempati peringkat lima pada PON Jawa Barat, turun ke posisi tujuh di PON Papua, kemudian peringkat delapan pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Namun, pada ajang PON Bela Diri di Kudus, Kaltim kembali menembus lima besar nasional.

Baca Juga:   Posyandu Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menargetkan kontingen Kaltim masuk tiga besar pada PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

“Saya memberikan apresiasi dan penghormatan yang tinggi kepada Bapak Gubernur yang mendorong KONI Kalimantan Timur untuk merebut peringkat tiga pada Pekan Olahraga Nasional tahun 2028,” katanya.

Untuk mendukung target tersebut, KONI Pusat telah menyiapkan sejumlah agenda nasional, mulai PON Bela Diri di Sulawesi Utara dan PON Pantai di Jakarta pada 2026, dilanjutkan PON Indoor dan PON Remaja pada 2027.

Menurut Marciano, agenda tersebut penting karena PON 2028 hanya akan mempertandingkan sekitar 31–32 cabang olahraga Olimpiade, berbeda dengan PON Aceh-Sumut yang mempertandingkan 65 cabang olahraga.

“Karena itu kami membuat PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja agar cabang olahraga yang tidak dipertandingkan pada PON utama tetap memiliki wadah kompetisi nasional,” jelasnya.

Ia meminta KONI Kaltim memusatkan pembinaan pada cabang olahraga unggulan yang memiliki peluang besar menyumbang medali.

Baca Juga:   Kemenag dan DPRD Siapkan Pendampingan bagi Santri Terdampak

“Konsentrasi pembinaan harus diarahkan pada cabang-cabang olahraga yang menjadi kekuatan Kalimantan Timur. Dengan pembinaan yang fokus dan berkelanjutan, target tiga besar akan lebih mudah diwujudkan,” tegasnya.

Marciano juga memperkenalkan konsep sport intelligence sebagai pelengkap penerapan sport science dalam pembinaan atlet.

“Atlet tidak cukup hanya dibina melalui latihan. Kita juga harus memahami kekuatan dan kelemahan lawan melalui sport intelligence yang didukung para akademisi dan pakar dari perguruan tinggi. Dengan demikian, pembinaan akan semakin efektif,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Marciano meminta pengurus KONI Kaltim memperkuat tata kelola organisasi, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran agar kepercayaan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga terus meningkat.

“Dengan kerja sama yang solid antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh cabang olahraga, saya optimistis target yang diharapkan Gubernur Kalimantan Timur dapat tercapai,” pungkasnya.

Penulis: Hanafi

Editor: Agus S.