SANGATTA – Dalam upaya memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan pelayanan kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Timur (Kutim) melakukan penataan ulang kepengurusan sekaligus merancang sistem baru untuk manajemen dan distribusi darah.
Sekretaris PMI Kutim, Wilhelmus Wio Doi, menjelaskan penyegaran kepengurusan, khususnya di tingkat kecamatan, menjadi fokus utama dalam rapat Pleno yang telah dilaksanakan. Beberapa struktur dinilai tidak lagi aktif dan perlu digantikan agar organisasi tetap berjalan dinamis.
“Kami melakukan penyegaran terhadap pengurus di beberapa kecamatan yang sudah tidak aktif. Ini bagian dari revitalisasi agar PMI tetap solid dan sigap ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Wilhelmus saat ditemui, Selasa (15/7/2025).
Tak hanya menyentuh sisi internal organisasi, PMI Kutim juga menaruh perhatian besar pada aspek pelayanan donor darah. Wilhelmus mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan sistem distribusi darah yang lebih efektif dan terintegrasi, guna memastikan ketersediaan darah bagi masyarakat bisa terpenuhi dengan cepat dan tepat.
“Kami ingin distribusi darah bisa lebih optimal. Oleh karena itu, kami sedang menyusun sistem layanan baru yang memperkuat koordinasi dengan rumah sakit dan relawan,” tambahnya.
PMI Kutim berkomitmen untuk terus berkembang menjadi organisasi yang responsif, tangguh, dan memberi manfaat nyata, khususnya dalam bidang kemanusiaan. Penataan ulang ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pelayanan yang lebih profesional dan terstruktur.
Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R


