SANGATTA– Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram (gas melon) yang kerap terjadi di Kutai Timur (Kutim) membuat masyarakat mulai beralih ke alternatif lain. Dalam program trade in yang digelar di Pasar Induk Sangatta Utara, Bright Gas 5,5 kilogram muncul sebagai solusi sekaligus primadona baru bagi masyarakat.
Sejak pagi, sekitar pukul 09.00 Wita, antrean warga terlihat mengular. Mereka datang membawa tabung gas melon untuk ditukarkan dengan tabung Bright Gas yang lebih besar dan mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari ibu rumah tangga, bapak-bapak, hingga pegawai berseragam turut ambil bagian dalam program tukar tambah ini.
“Alhamdulillah penukaran tabung ini sangat membantu kami. Sekarang ini, gas 3 kilogram susah dicari dan isi ulangnya mahal, bisa sampai Rp 35 ribu,” kata Dewi Rahma (38), warga Sangatta yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.
Menurutnya, kesulitan mendapatkan gas melon sering menghambat aktivitas dapur. Bahkan, di beberapa warung pengecer, tabung subsidi itu kerap kosong. Setelah dihitung, harga dua tabung gas melon isi penuh mencapai Rp 426.000. Sementara harga Bright Gas 5,5 kilogram beserta isinya hanya terpaut sedikit, sekitar Rp 435.000.
“Selisihnya tipis, tapi kalau Bright Gas gampang dicari, nggak perlu antre, dan selalu tersedia,” imbuhnya.
Program ini difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim sebagai langkah mendorong peralihan masyarakat dari gas subsidi ke non-subsidi. Tujuannya agar Elpiji 3 kilogram benar-benar digunakan oleh masyarakat yang kurang mampu.
“Kami mencoba memfasilitasi masyarakat agar beralih ke Bright Gas non-subsidi, supaya gas melon bisa dimanfaatkan oleh mereka yang betul-betul berhak,” jelas Achmad Doni Evriady, Jabatan Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim.
Ia mengungkapkan, gas melon di Kutim kerap mengalami persoalan klasik, mulai dari langka, sulit didapat, hingga harga tak menentu. Sementara stok Bright Gas 5,5 dan 12 kilogram di agen resmi Pertamina justru melimpah.
“Selama ini Bright Gas tidak pernah mengalami kelangkaan di Kutim, baik dari sisi harga maupun ketersediaan. Karena itu, kami dorong masyarakat yang mampu untuk beralih,” terangnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap subsidi energi dapat lebih tepat sasaran. Sementara masyarakat tetap mendapat pilihan energi rumah tangga yang mudah diakses, aman, dan stabil. Bright Gas pun kini bukan sekadar alternatif melainkan jadi primadona baru di dapur-dapur Sangatta.
Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R



