SANGATTA– Siapa sangka, langkah kecil yang dulu dimulai dari kebiasaan naik gunung kini mengantarkan Mardiana atau yang akrab disapa Nana Farel, penggiat lari trail asal Kutai Timur (Kutim), meraih medali emas di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat.
Tak ada strategi besar, tak pula persiapan yang rumit. Semuanya berawal dari kebutuhan untuk menjaga stamina sebagai pendaki gunung.
“Saya mulai rutin berlari sejak akhir 2018. Waktu itu, karena suka mendaki gunung dan pendakian seringkali dadakan, saya harus selalu siap fisik. Dari situ saya mulai jatuh cinta dengan lari,” tutur Nana kepada Media Kaltim, Rabu (30/7/2025).
Cinta itu pelan-pelan berubah menjadi prestasi. Walau tak mendapat informasi awal soal keberangkatan ke Fornas VIII, Nana tetap konsisten berlatih. Bahkan hanya seminggu sebelum berangkat, ia berhasil meraih podium pertama di ajang Borneo Extreme Jungle Run kategori 20K Master di Samarinda.
Perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai HRD Manager di RSIA Asy-Syifa Sangatta itu terpilih sebagai salah satu dari empat penggiat trail yang mewakili Kalimantan Timur (Kaltim), bersama perwakilan dari Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Meski harus bertanding melawan pelari lain yang usianya jauh lebih muda, Nana tidak gentar.
“Jujur saya sempat ragu. Tapi teman-teman dari Alti Kaltim dan para official terus menyemangati saya. Setelah start, saya bisa membaca ritme dan kondisi lintasan, dan mulai percaya diri untuk menyelesaikan race ini sebaik mungkin,” kenangnya.
Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak. Dari keluarga, komunitas lari seperti Sangatta Playon dan Alti Kutim, hingga direktur tempat kerja sebelumnya di RSIA Asy-Syifa, dr. Rahmat Landahur, Sp.OG(K). Namun yang paling berkesan bagi Nana adalah peran pelatihnya, Coach Fachrul Iksan.
“Beliau yang melatih saya dari nol, dari bukan siapa-siapa hingga bisa membawa pulang medali emas. Semua berkat bimbingan, latihan disiplin, dan motivasi yang terus beliau berikan,” katanya haru.
Kini, kepercayaan diri Nana semakin menguat. Medali emas Fornas menjadi pembuka jalan untuk event-event nasional hingga internasional. Ia pun menitipkan harapan besar untuk daerah asalnya.
“Semoga Kutai Timur ke depannya bisa punya pembinaan atlet lari trail sejak usia muda, terutama dari kalangan pelajar. Supaya mereka bisa juga mengharumkan nama daerah di level nasional hingga internasional,” tutupnya.
Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R


