SANGATTA – Ratusan warga Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), menerima bantuan sosial dari Polres Kutim. Kegiatan ini diklaim sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Sebanyak 200 paket sembako, termasuk 1.000 kilogram beras SPHP, dibagikan kepada lansia dan anak yatim. Aksi sosial ini dikemas dalam rangka Gerakan Pangan Murah, peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73, dan HUT Polwan ke-77.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, distribusi bantuan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk perhatian terhadap kondisi warga.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga agar roda ekonomi tetap berjalan stabil,” ujar AKBP Fauzan kepada awak media, Kamis (28/8/2025).
Namun, di balik seremoni itu, terselip potret nyata tentang ketergantungan masyarakat pada bantuan. Sebagian warga Sidrap masih hidup dalam keterbatasan, sehingga paket sembako menjadi penyangga kebutuhan pokok mereka. Situasi ini menunjukkan rapuhnya ketahanan pangan, meski Kutim dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam.
AKBP Fauzan juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami menitipkan situasi Kamtibmas di Kampung Sidrap ini kepada masyarakat. Mudah-mudahan selalu aman dan kondusif,” tambahnya.
Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Kutim, Ny. Yuniar Fauzan, serta jajaran pejabat utama Polres Kutim menegaskan bahwa acara ini juga menjadi ajang simbolis mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan warga.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


