Bupati Kutim Akui Efisiensi Anggaran Paling Berat, TAPD dan OPD Diminta “Standby”

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah daerah bukanlah pekerjaan mudah. Ia mengakui, penyesuaian alokasi dana tahun ini menjadi salah satu proses paling berat yang harus dihadapi, mengingat setiap sektor merasa memiliki kepentingan dan enggan jika anggarannya dipangkas.

“Memang terkait efisiensi anggaran ini sangat menguras tenaga kita untuk menyesuaikan. Karena siapa sih yang mau dikurangi, kan tidak ada. Dan ini yang paling sulit menurut saya. Sehingga memakan waktu yang cukup lama,” ujar Ardiansyah beberapa hari lalu.

Meski begitu, Bupati menekankan agar proses pembahasan tetap berjalan efektif dan tidak mengganggu pelaksanaan program di lapangan. Ia mengingatkan sisa waktu pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2025 hanya sekitar tiga hingga empat bulan. Karena itu, ia meminta agar program yang disusun benar-benar realistis dan dapat diselesaikan sesuai dengan sisa waktu yang ada.

“Saya berharap nanti pada saat pembahasan jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang mungkin tidak akan terserap selama tiga atau empat bulan ini. Jadi maksimalkan anggaran terserap dengan kegiatan yang memungkinkan,” tegasnya.

Baca Juga:   Gebyar Koperasi 2024 Kutim, Maksimalkan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Untuk mengantisipasi keterlambatan, Ardiansyah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar selalu siaga penuh. Instruksi ini ditegaskan agar proses pembahasan KUA-PPAS bisa dipercepat dan tidak berlarut-larut.

“Tadi sudah saya instruksikan buatkan surat, saya minta semua TAPD dan kepala SKPD untuk standby di tempat terkait pembahasan ini,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R