HUT ke-26 Kutai Timur, Bupati Ardiansyah Beri “Kado Listrik” untuk Dua Desa di Sandaran

SANGATTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kutai Timur (Kutim) tahun ini disambut dengan kabar gembira yang berfokus pada pemerataan infrastruktur dan optimisme ekonomi. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaimanmemberikan “kado” nyata bagi masyarakat, dengan meresmikan masuknya aliran listrik PLN di Desa Manubar Dalam dan Manubar Pantai, Kecamatan Sandaran.

Kado listrik tersebut bukan satu-satunya. Di tengah isu penurunan Dana Bagi Hasil (DBH), Bupati memastikan bahwa Kutim kini semakin dilirik oleh dunia usaha besar, khususnya untuk proyek hilirisasi industri.

Bupati Ardiansyah menegaskan, peresmian listrik di Sandaran menjadi langkah awal. Pemerintah daerah menargetkan 13 desa lainnya dapat teraliri listrik dalam tahun 2025.

Selain listrik, pembangunan progres infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. Ardiansyah memastikan proyek jalan, termasuk di Sandaran, akan terus dilanjutkan dengan mekanisme multiyears (MY).

“Saya minta yang sudah kita programkan tetap jadi prioritas. Insyaallah masih mampu kita laksanakan sesuai dengan APBN, meskipun DBH berkurang,” tegas Bupati di hadapan awak media.

Baca Juga:   Polres Kutim Ungkap Sindikat Pencurian, Residivis Pecah Kaca dan Illegal Oil Ditangkap

Meskipun anggaran terbatas, Kutim tetap berkomitmen melanjutkan 50 program unggulan pemerintah. Program vital yang menjadi sorotan adalah proyek hilirisasi industri, yang terbukti mampu menarik perhatian investor raksasa.

“Alhamdulillah kita terus berjuang. Bahkan ada perusahaan besar yang ingin berinvestasi dan menyewa lahan selama dua tahun. Ini pertanda bahwa Kutim masih sangat menjanjikan bagi dunia usaha,” ungkap Ardiansyah, optimis.

Di sektor lain, pariwisata juga digenjot habis-habisan dan menunjukkan hasil yang signifikan. Antusiasme wisatawan di Kutim dilaporkan meningkat, di mana Pulau Miang sudah mencatatkan dua bulan penuh booking.

Fokus penting juga diarahkan pada potensi Karst Mangkalihat yang terbentang di dua kabupaten, Kutim dan Berau. Kawasan ini memiliki potensi besar dan sedang menunggu pengesahan sebagai Geopark dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjanjikan daya tarik wisata bertaraf internasional. Potensi lain yang siap dikembangkan adalah Pulau Bira-Bira, Jepu-Jepu, dan Pantai Marang.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R