SANGATTA – Mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) periode 2003–2005, Mahyudin, memberikan masukan strategis kepada Pemerintah Kutai Timur (Kutim) untuk menghadapi tekanan fiskal akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Ia menilai, percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) menjadi langkah kunci untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kutim di Lapangan Kantor Bupati, Minggu (12/10/2025), Mahyudin menyampaikan bahwa meskipun terjadi pemangkasan dana transfer pusat, Kutim tetap memiliki potensi besar untuk menjalankan visi dan misi pembangunan daerah.
“Walaupun ada pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, Kutim sebenarnya masih sanggup untuk mewujudkan visi misi yang ada,” ujar Mahyudin kepada awak media.
Ia menegaskan, fokus pemerintah daerah harus diarahkan pada efisiensi penggunaan anggaran serta memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pengalaman masa kepemimpinannya dapat menjadi cerminan bagaimana strategi fiskal yang tepat mampu menjaga stabilitas keuangan daerah.
“Dulu dengan anggaran yang jauh lebih terbatas, Kutim tetap bisa melunasi utang kabupaten. Sekarang APBD-nya lebih besar, artinya bisa dimaksimalkan jika strateginya tepat,” tambahnya.
Mahyudin menilai, KEK MBTK adalah sektor prioritas yang mampu menjadi motor penggerak perekonomian Kutim di tengah tekanan fiskal. Dengan segera beroperasinya pelabuhan KEK MBTK, sektor jasa dan logistik diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan PAD.
“Pemkab Kutim bisa menaikkan PAD secara signifikan melalui Pelabuhan KEK MBTK. Dengan beroperasinya pelabuhan tersebut, sektor jasa dan logistik akan mendongkrak pendapatan daerah,” jelasnya.
Selain mendongkrak PAD, pengoperasian KEK MBTK yang dirancang sebagai pusat industri kelapa sawit, kayu, dan energi diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di kawasan sekitar. Kawasan seluas 557,34 hektare tersebut telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui PP Nomor 85 Tahun 2014, dengan target investasi mencapai Rp34,4 triliun dan penyerapan tenaga kerja hingga 55.700 orang pada tahun 2025.
Mahyudin juga menyoroti rencana investasi baru dari PT Sinotrans, yang menurutnya memperkuat urgensi pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut. Ia menilai, percepatan investasi di KEK MBTK akan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Kutim di tengah pengurangan dana pusat.
“Percepatan investasi di KEK MBTK, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh PT Sinotrans, semakin memperkuat urgensi agar Pemkab fokus pada kawasan tersebut,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


