SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kutim ke-26 dan momentum Hari Pangan Sedunia Tahun 2025, Pemkab Kutim secara serentak menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa titik strategis.
Kegiatan ini merupakan upaya nyata Pemkab untuk meredam potensi inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Antusiasme masyarakat dilaporkan sangat tinggi, menyambut penjualan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah standar pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Rahmadhani, menegaskan bahwa GPM ini adalah hasil sinergi erat antara Disperindag, Bulog, dan Distapang.
“Pada hari ini kami menyediakan paket sembako yang terdiri dari 4 Ton Beras (kemasan 5 Kg), 500 Liter Minyak Goreng, dan 500 Liter Gula Putih, yang kami jual dengan harga terjangkau, yakni Rp103.000 per paket,” ujar Nora, Kamis (16/10/2025).
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan tingkat inflasi dan berfungsi sebagai instrumen kontrol harga bahan pokok penting (Bapokting) di wilayah Kutai Timur.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, saat meninjau langsung pelaksanaan GPM, memberikan penekanan khusus pada penyaluran sembako. Ia menargetkan ke depan, seluruh ketua RT akan dilibatkan dalam pendataan akurat guna memastikan masyarakat kurang mampu dapat menerima haknya.
“Saya tegaskan, program ini tidak boleh hanya mengantar bola. Kita harus jemput bola,” kata Wabup Mahyunadi. “Masih banyak warga yang tidak bisa hadir karena sakit atau kendala lain yang juga berhak mendapatkan sembako murah ini,” tambahnya.
Mahyunadi berharap gerakan pro-rakyat ini dapat terus berlanjut hingga seluruh masyarakat Kutim mencapai kesejahteraan.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus mendukung GPM.
“Ini adalah program pemerintah pusat yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi. Polri akan terus hadir dalam setiap kegiatan untuk menjamin kelancaran,” tegasnya.
Warga setempat yang diwawancarai mengaku sangat terbantu. Mereka berharap GPM dapat digelar secara lebih rutin, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat musim kenaikan harga bahan pokok. Pemkab Kutim berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan GPM ke seluruh kecamatan demi mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


