SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berinovasi meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan mengupayakan terbentuknya Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di dua kecamatan, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan program ini merupakan bagian dari transformasi digital di dunia pendidikan. Menurutnya, penerapan pembelajaran berbasis teknologi Google menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi belajar mengajar.
“Kami fokuskan dulu di wilayah kota, karena infrastrukturnya sudah lebih siap. Pembelajaran berbasis Google sangat bergantung pada ketersediaan internet,” jelasnya, Senin (3/11/2025).
Mulyono menjelaskan, untuk bisa menyandang status KSRG, sekolah harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya, seluruh guru wajib mengikuti bimbingan teknis Level 0 (L0), sebagai pelatihan dasar penggunaan teknologi pembelajaran digital. Setelah itu, minimal 30 persen dari guru yang lulus L0 diwajibkan menempuh sertifikasi Level 1 (L1) dari Google.
Selain penguatan kapasitas guru, sekolah juga perlu memiliki akun Google Workspace for Education untuk seluruh tenaga pendidik dan peserta didik. Fasilitas ini menjadi sarana utama dalam proses pembelajaran digital.
Tak hanya itu, Disdikbud Kutim juga menetapkan ketersediaan minimal 60 unit Chromebook sebagai salah satu syarat teknis. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menunjang proses belajar bagi dua kelas secara bergantian.
“Total ada 35 sekolah yang kami usulkan dari dua kecamatan tersebut. Harapannya, akhir tahun ini mereka sudah bisa ditetapkan sebagai sekolah rujukan Google,” ujar Mulyono optimistis.
Program KSRG ini diharapkan mampu menjadi titik awal penerapan pendidikan digital di Kutai Timur, sekaligus memperkuat kesiapan guru dan siswa menghadapi era pembelajaran berbasis teknologi.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


