Lautan Ihram Kecil di Al-Faruq saat Anak-anak Belajar Jadi Tamu Allah

SANGATTA — Rabu (5/11/2025) pagi, halaman Masjid Agung Al-Faruq Sangatta berubah menjadi lautan putih. Ribuan anak kecil mengenakan pakaian ihram, wajah mereka berseri di bawah terik matahari. Suara talbiyah “Labbaik Allahumma Labbaik…” menggema, menandai dimulainya Manasik Haji Akbar Kutai Timur 2025 sebuah momen ketika anak-anak belajar menjadi tamu Allah dengan cara mereka sendiri.

Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim ini diikuti oleh peserta dari TK, RA, dan SPS se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Tahun ini, tema yang diusung sangat bermakna “Dengan Manasik Haji Kita Tanam Karakter dan Nilai-nilai Islami Sejak Dini.”

Anak-anak tampak serius mengikuti setiap tahapan manasik dari thawaf mengelilingi miniatur Kakbah, sai antara bukit Shafa-Marwah mini, hingga wukuf di Arafah buatan. Di sela keramaian, ada yang berlari kecil meniru orang tua, ada pula yang menatap penuh kagum ke arah Ka’bah mini di tengah lapangan.

Di antara mereka, para guru dan orang tua ikut larut dalam haru. Ada rasa bangga melihat anak-anak kecil memahami makna ibadah besar dengan cara sederhana namun mengena.

Baca Juga:   Mahyunadi: Kepemimpinan Itu Melayani, Bukan Cari Suara Musiman

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, turut hadir bersama Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Mulyono, dan unsur Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap kegiatan ini.

“Pengenalan lebih dini kepada anak-anak kita ini sesungguhnya juga edukasi untuk kita semua, para orang tua dan guru, tentang pentingnya ibadah haji,” ujarnya.

Bupati Ardiansyah menegaskan, kegiatan seperti ini adalah fondasi spiritual yang akan membentuk karakter generasi Kutai Timur di masa depan.

“Semoga pengalaman ini membekas dalam memori mereka, menjadi bekal akhlak dan keimanan yang menuntun hingga dewasa,” imbuhnya.

Tak hanya berbicara soal nilai religius, momentum itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat salah satu program prioritas Pemkab Kutim, yakni Wajib Belajar 13 Tahun. Program ini memastikan pendidikan gratis bagi anak-anak Kutim mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat.

“Sekolah gratis, seragam dikasih, buku pun disediakan. Tahun ini sepatu juga dibagikan. Sekarang tinggal komitmen orang tua, supaya anaknya benar-benar disekolahkan,” tegasnya.

Kegiatan Manasik Haji Akbar menjadi simbol nyata bahwa pendidikan di Kutai Timur bukan hanya tentang akademik, tapi juga pembentukan moral, spiritual, dan karakter sejak dini.

Baca Juga:   Aliansi CGC Geruduk DPRD Kutim, Tuntut Perbaikan Infrastruktur hingga Lingkungan

Di akhir acara, anak-anak melambaikan tangan sambil meneriakkan takbir, menutup perjalanan spiritual mini mereka dengan senyum bangga. Dari lautan ihram kecil di Al-Faruq inilah, lahir harapan besar akan generasi Kutai Timur yang beriman, berilmu, dan berkarakter kuat.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R