SANGATTA — Program pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur kembali membuahkan hasil nyata. Salah satu alumninya, Haidir Alam, berhasil mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan membuka usaha kopi kekinian rumahan bernama Kedai Minum Dulu Leh.
Usaha ini berawal dari pengalaman pribadi Haidir yang gemar menikmati kopi, namun sering terkendala waktu dan kesibukan. Dari situ, muncul ide menghadirkan produk kopi yang praktis, mudah dibawa ke mana saja, namun tetap bercita rasa khas coffee shop.
“Kadang karena sibuk kuliah atau kerjaan menumpuk, saya nggak sempat ke kedai kopi. Akhirnya terpikir buat bikin kopi yang simple tapi rasanya tetap seperti ngopi di coffee shop,” ujar Haidir Alam, Owner Kedai Minum Dulu Leh kepada Media Kaltim, Kamis (6/11:3025).
Haidir mengikuti pelatihan barista selama empat hari yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Kutim, di mana peserta diajarkan mulai dari sejarah kopi, teknik penyeduhan, penggunaan alat, hingga etika melayani pelanggan.
Usai pelatihan, ia langsung diuji melalui sertifikasi barista oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan dinyatakan kompeten.
“Alhamdulillah, setelah pelatihan langsung diuji dan hasilnya kompeten. Dari situ saya langsung termotivasi buat buka usaha sendiri,” ungkapnya.
Kini, dari kedai rumahan yang berlokasi di Jalan Sulawesi, Perum PS Jaya No. A1, Sangatta, Haidir mulai meracik berbagai varian kopi pilihan dari Lampung, Temanggung, Arjasari Bandung, hingga Toraja.
Menariknya, seluruh biji kopi di Kedai Minum Dulu Leh di-roasting sendiri, sehingga tingkat rasa dan aroma bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
“Kami ingin menghadirkan suasana seperti di depan meja bar. Pelanggan bisa request mulai dari tingkat kekuatan rasa, single atau double shot, sampai tingkat roasting. Dan pastinya, harganya tetap bersahabat,” jelasnya.
Menurut Haidir, konsep kopi dan susu kekinian yang ditawarkan sangat cocok untuk kalangan muda Sangatta. Selain praktis dan bisa dinikmati kapan saja, harganya juga ramah di kantong.
“Target kami anak muda, karena mereka biasanya ingin yang simple, tapi tetap enak. Jadi, kami buat kopi dan susu kekinian yang mudah dibawa ke mana-mana,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Kutai Timur, Roma Malau, menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta pelatihan yang mampu langsung menerapkan ilmu yang diperoleh menjadi peluang usaha baru.
Ia menegaskan, keberhasilan seperti yang dicapai Haidir merupakan tujuan utama dari pelatihan berbasis kompetensi yang digelar pemerintah daerah.
“Kami sangat bangga karena peserta tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi mampu mengimplementasikan keterampilan yang didapat menjadi usaha produktif. Ini bukti nyata bahwa pelatihan kerja benar-benar bisa menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Roma Malau.
Kedai Minum Dulu Leh kini menjadi bukti bahwa pelatihan Disnakertrans Kutim mampu melahirkan wirausaha muda berdaya saing, yang tak hanya menciptakan produk lokal berkualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap ekonomi daerah.
“Semoga usaha kecil ini bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya untuk berani memulai,” tutup Haidir.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


