spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hari AIDS Sedunia 2024 : Momentum Akhiri Stigma dan Ketidaksetaraan HIV/AIDS di Kutim


SANGATTA– Peringatan Hari AIDS Sedunia 2024 menjadi momen refleksi penting bagi masyarakat Kutai Timur (Kutim) dalam memahami dan mengatasi permasalahan HIV/AIDS. Tema tahun ini, “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa”, menjadi pengingat kuat akan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam penanganan penyakit ini.

Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Novel Tyty Paembonan, menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

“Peringatan Hari AIDS Sedunia harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kesadaran dan sinergi dalam penanganan HIV/AIDS, khususnya di Kutai Timur,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (2/12/2024).

Novel, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual, mengungkapkan bahwa Kutai Timur tengah memfinalisasi regulasi yang komprehensif.

Raperda ini diharapkan mampu menjadi panduan strategis dalam pencegahan, pengobatan, dan pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

Baca Juga:   Program Wadah Kegiatan Pemuda Kurangi Pergaulan Bebas dan Bahaya Narkoba

“Kami menyadari bahwa HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

Novel melanjutkan jika ODHIV mau berobat secara teratur maka mereka bisa hidup normal lagi.

“Kuncinya satu yang belum terkena HIV, jangan sampai terkena. Caranya cukup 2, yaitu jangan melakukan hubungan seks berisiko dan jangan menggunakan narkoba, khususnya narkoba suntik,” pungkasnya. (Ram/adv)