SANGATTA – Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur (Kutim), Eddy Markus Palinggi, menyayangkan tindakan sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menggelar pesta dan melakukan aksi sawer di lingkungan kantor pemerintahan. Peristiwa ini dinilai mencoreng citra ASN serta bertentangan dengan nilai-nilai etika dan adab yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pegawai negeri.
“Kantor pemerintahan seharusnya menjadi tempat pelayanan publik, bukan ajang hiburan atau pesta pora. Perilaku seperti ini sangat tidak pantas dan mencerminkan kurangnya kesadaran akan etika sebagai ASN,” ujar Eddy Markus Palinggi, Minggu (16/2/2025).
Video yang memperlihatkan aksi sawer dalam acara tersebut beredar luas di media sosial, memicu kecaman dari berbagai pihak. Banyak yang menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya tidak profesional, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
Ketua Komisi A menegaskan bahwa pihak berwenang harus segera mengambil langkah tegas terhadap para pelaku. Ia mendesak instansi terkait untuk melakukan investigasi dan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Senin besok akan kami adakan pemanggilan terhadap dinas terkait. Saya juga belum melihat langsung video yang beredar, tapi di grup DPRD sudah kami bahas. Besok harus ada pemanggilan,” sebut Eddy.
“Jika terbukti melanggar disiplin pegawai, maka harus diberikan sanksi tegas sesuai regulasi,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai abdi negara, ASN harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam hal disiplin dan moralitas. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
Hingga saat ini, pihak pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, desakan publik agar kasus ini ditindaklanjuti semakin menguat.
Masyarakat berharap adanya tindakan nyata dalam menegakkan kedisiplinan ASN agar citra pemerintahan tetap terjaga dan tidak dirusak oleh ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.
Penulis: Ramlah
Editor: Agus Susanto