spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pedagang Gorengan di Sangatta Resah, Penarikan MinyaKita Ancam Usaha Kecil

SANGATTA – Sejumlah pedagang gorengan di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) mengaku resah setelah muncul kabar bahwa MinyaKita, minyak goreng bersubsidi dari pemerintah, akan ditarik dari pasaran. Pasalnya, MinyaKita selama ini menjadi pilihan utama mereka karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan minyak goreng kemasan premium.

Seorang pedagang gorengan di Jalan Mahabarata, Sangatta Utara, Kasmawati (47) mengungkapkan kekhawatirannya. “Kalau MinyaKita ditarik, kami pasti kesulitan. Harga minyak goreng yang biasa lebih mahal, sedangkan harga jual gorengan tidak bisa dinaikkan terlalu tinggi karena pembeli bisa kabur,” ujarnya kepada Media Kaltim, Minggu (16/3/2025).

Hal senada juga disampaikan oleh Sugeng (50), pedagang gorengan di Margo Santoso. Ia mengatakan bahwa MinyaKita sangat membantunya dalam menekan biaya produksi.

“Kalau MinyaKita ditarik dari pasaran, modal pasti lebih besar, karena akan menggunakan minyak premium. Belum lagi kalau minyak langka akan lebih susah. Padahal keuntungan kami sudah tipis,” keluhnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sempat menyatakan akan mengevaluasi distribusi MinyaKita di pasaran. Salah satu alasannya adalah adanya temuan MinyaKita tak sesuai takaran. Namun, belum ada keputusan resmi terkait penghentian peredarannya.

Baca Juga:   Banyak Pom Mini di Kutim Tak Berizin, Disperindag Akui Belum Bisa Menindak

Masyarakat dan pedagang kecil berharap pemerintah tetap menyediakan MinyaKita dengan harga yang stabil agar usaha mereka bisa bertahan. “Kami butuh solusi, jangan sampai pedagang kecil seperti kami yang dirugikan,” pungkas Sugeng.

Pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian mengenai ketersediaan MinyaKita agar keresahan di kalangan pedagang gorengan dan masyarakat tidak semakin meluas.

Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R