SANGATTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kutai Timur (Kutim) tahun ini terasa berbeda. Sebuah karya seni kolaboratif lahir di lobi Kantor Bupati Kutim, berupa Mural Merdeka sepanjang 45 meter yang menggambarkan kisah perjuangan bangsa dari masa penjajahan hingga Indonesia merdeka.
Mural tersebut dikerjakan oleh 17 pelukis dengan hanya menggunakan delapan warna, diselesaikan dalam kurun waktu 8 jam tanpa henti. Angka 8 yang muncul berulang kali ini dimaknai sebagai simbol delapan dekade atau 80 tahun perjalanan Indonesia merdeka.
Ketua K Plus, Dharmawan Budhi Utomo, menjelaskan pengerjaan mural tidak hanya melibatkan seniman, tetapi juga mahasiswa serta pelajar. Hal itu menunjukkan bahwa perjuangan dan semangat kebangsaan tidak mengenal batas usia maupun profesi.
“Delapan jam melukis menjadi representasi delapan dekade kemerdekaan Indonesia. Mural ini seperti kain kanvas panjang tanpa putus, yang menceritakan sejarah bangsa dari ratusan tahun lalu hingga akhirnya merdeka,” ujar Dharmawan kepada Media Kaltim, Minggu (17/8/2025).
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam karya ini sangat penting. Bukan hanya untuk melatih kreativitas, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan panjang para pendahulu.
Mural dengan ukuran raksasa tersebut menjadi salah satu daya tarik utama di lobi Kantor Bupati Kutim. Keberadaannya bukan sekadar mempercantik ruangan, melainkan juga menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tidak boleh pudar, terutama di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Dharmawan menegaskan, karya seni ini juga mengandung pesan harapan untuk Indonesia.
“Melalui karya ini, kami berharap Indonesia terus maju, rakyat semakin sejahtera, bersatu, dan berdaulat. Mural ini adalah doa kolektif yang diwujudkan melalui seni,” katanya.
Ia menambahkan, dengan keterlibatan berbagai kalangan, mural ini bisa menjadi bukti nyata bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan.
“Mural Merdeka bukan hanya lukisan, tetapi juga cermin semangat kolaborasi dan gotong royong, sebagaimana nilai-nilai yang diwariskan para pejuang bangsa,” imbuhnya.
Dengan panjang 45 meter, mural ini berhasil mengisahkan delapan dekade perjalanan Indonesia merdeka dalam satu rentetan kanvas tanpa putus. Setiap goresan kuas seakan menjadi saksi bisu perjuangan panjang yang kini diwariskan kepada generasi penerus.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R




