SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus melakukan langkah strategis dalam manajemen sumber daya manusia aparatur. Salah satunya dengan menggelar uji kompetensi bagi 500 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari persiapan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program manajemen talenta ASN yang telah dijalankan sejak tahun 2023. Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menyampaikan program ini dirancang untuk membangun sistem kepegawaian yang lebih transparan, berbasis kompetensi, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah.
“Pada tahun pertama pelaksanaan, yakni 2023, sekitar 1.000 ASN telah mengikuti uji kompetensi ini. Tahun ini, kami melanjutkan dengan 500 ASN. Rencananya, sekitar 3.000 ASN lainnya akan mengikuti tes serupa secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan,” ungkap Misliansyah.
Uji kompetensi ini digelar atas kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VIII Banjarmasin dan Pusat Penilaian Kompetensi ASN. Para peserta diuji melalui metode terstruktur yang melibatkan asesmen psikologis, wawancara berbasis kompetensi, serta simulasi pemecahan masalah. Tes ini bertujuan untuk memetakan potensi dan kompetensi pegawai secara objektif.
Misliansyah menjelaskan, hasil uji kompetensi tersebut akan menjadi dasar pertimbangan dalam berbagai kebijakan kepegawaian, seperti rotasi, mutasi, promosi jabatan, dan penyusunan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan masing-masing individu ASN.
“Dengan hasil yang terukur, pemerintah daerah akan memiliki data kompetensi ASN yang akurat dan menyeluruh. Ini akan sangat membantu dalam penempatan SDM secara tepat, sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing pegawai,” terangnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari reformasi birokrasi, khususnya dalam membangun sistem yang berkeadilan di tubuh ASN. Pemkab Kutim ingin memastikan bahwa setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, dengan mengedepankan prinsip kompetensi dan kinerja.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kami berharap Pemkab Kutim memiliki basis data yang kuat dan komprehensif mengenai kualitas dan potensi ASN. Dengan demikian, arah kebijakan SDM ke depan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran, terukur, dan mendukung efektivitas pelayanan publik,” tutup Misliansyah.
Program ini disambut positif oleh para peserta, yang mengaku mendapat pengalaman baru dan merasa termotivasi untuk terus meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R


