SANGATTA – Langit Sangatta mendadak berwarna-warni pada Jum’at pagi (29/8/2025). Untuk pertama kalinya, festival balon udara digelar di Sangatta, Kutai Timur (Kutim) ini langsung menyedot perhatian warga. Tujuh balon udara raksasa siap diterbangkan, lengkap dengan teknisi serta peralatan yang khusus didatangkan langsung dari Wonosobo, Jawa Tengah.
Wonosobo selama ini dikenal dengan tradisi festival balon udaranya yang sudah mendunia. Kini, pesonanya ikut dibawa ke Sangatta, menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.
Festival balon udara yang digagas Kasmidi Bulang ini bukan sekadar perayaan biasa. Acara dirangkai dalam momentum HUT Kemerdekaan RI sekaligus memperingati hari kelahiran Kasmidi dan istri. Dengan konsep hiburan rakyat, Kasmidi ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi warga Sangatta.
“Di Wonosobo, festival balon udara sudah mendunia dan terbukti menggerakkan UMKM. Itu yang menginspirasi kami menghadirkan kegiatan serupa di Sangatta. Semoga ini bisa jadi agenda tahunan dan ikon baru hiburan di Kutim,” ungkap Kasmidi kepada Media Kaltim.
Festival ini juga disebut sebagai wadah positif bagi generasi muda. Kasmidi melibatkan KNPI dan AMPG dalam persiapan dan pelaksanaan.
“Banyak pemuda ikut andil, jadi ini ajang kreativitas yang sehat dan positif,” sebutnya.
Saat ditanya soal dana yang digelontorkan untuk acara festival balon udara, Kasmidi enggan menjelaskan secara gamblang. Ia hanya menyebut bahwa seluruh teknisi, perlengkapan, hingga transportasi dari Wonosobo sudah ditanggung penyelenggara.
Selain itu, kehadiran festival diharapkan mampu mendorong geliat UMKM. Penjual makanan, minuman.
Sejak pagi, masyarakat sudah memenuhi area kediaman Kasmidi Bulang di Gang Bersama, dekat Polder Ilham Maulana. Anak-anak berlari kecil sambil menunjuk balon, orang tua sibuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel.
Ayudia, warga Sangatta, mengaku senang bisa menyaksikan langsung festival ini. “Biasanya cuma lihat di media sosial, terutama festival balon yang viral di Wonosobo. Sekarang ada di Sangatta, jadi tidak penasaran lagi,” ujarnya.
Tidak hanya hiburan, festival ini juga menjadi ruang positif bagi pemuda dan pelaku UMKM. Sejumlah komunitas pemuda ikut terlibat dalam pelaksanaan acara, sementara pedagang makanan, minuman, dan cendera mata ramai membuka lapak di sekitar lokasi.
“Kalau acara seperti ini rutin diadakan, pasti akan membantu pedagang kecil. Warga juga senang karena ada tontonan baru,” kata Sutrisno, salah satu penjual makanan ringan di sekitar lokasi.
Sebagai festival perdana, acara ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak yang berharap kegiatan serupa bisa digelar secara rutin dan menjadi tradisi baru di Sangatta.
“Selain untuk hiburan, ini juga bisa jadi identitas baru Sangatta. Kalau Wonosobo punya festival balon udara, kenapa kita tidak bisa?” ucap seorang pengunjung lainnya.
Dengan tujuh balon udara yang perlahan mengudara dan ratusan pasang mata menatap ke langit, festival ini menjadi momen bersejarah bagi Sangatta.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R





