Karhutla di Bengalon Kutim Hanguskan 10 Hektare Lahan, Api Sempat Muncul Dua Kali

SANGATTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kutai Timur, tepatnya di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, pada Minggu (3/8/2025). Insiden ini terjadi dalam dua fase dan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Idris Syam, membenarkan adanya laporan karhutla yang pertama kali diterima sekitar pukul 15.00 Wita.

“Kami menerima laporan pertama dari warga sekitar pukul 15.00 Wita. Titik api berada di RT 15, Desa Sepaso Barat. Tim relawan Karhutla BPBD Bengalon bersama Damkar, TNI, dan Polsek Bengalon langsung kami kerahkan,” ujar Idris Syam saat dikonfirmasi, Senin (4/8/2025).

Idris menjelaskan, tim bergerak cepat melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 Wita. Namun, sekitar satu jam kemudian, api kembali muncul di titik lain.

“Ternyata bara api belum benar-benar padam dan terbawa angin, sehingga menjalar ke wilayah RT 03. Api meluas cukup cepat karena vegetasi di lokasi sangat kering,” jelasnya.

Tim yang terlibat dalam pemadaman, mulai dari Polsek, TNI hingga relawan. (Foto : Istimewa)

Pemadaman gelombang kedua berlangsung lebih lama. Tim gabungan dari berbagai unsur kembali dikerahkan dan bekerja hingga malam hari.

Baca Juga:   7 Balon Udara Hiasi Langit Sangatta, Festival Perdana Jadi Tontonan Warga

“Api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 22.00 Wita. Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun kami perkirakan sekitar 10 hektare lahan hangus terbakar,” tambah Idris.

Dalam penanganan kebakaran ini, petugas menggunakan peralatan terbatas berupa satu unit alkon apung, tiga selang, dua pompa gendong, beberapa ember, serta batang kayu untuk memukul api secara manual.

Idris juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman.

“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polsek Bengalon, Damkar, relawan BPBD, Satpol PP, pihak kecamatan, serta masyarakat yang bahu-membahu membantu proses pemadaman,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau seperti saat ini.

“Karhutla ini tidak hanya merusak lingkungan tapi juga mengancam keselamatan warga. Kami minta masyarakat tidak melakukan pembakaran, sekecil apapun itu,” tegas Idris.

BPBD Kutim juga akan meningkatkan patroli dan edukasi ke desa-desa rawan karhutla sebagai langkah pencegahan ke depan.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R

Baca Juga:   Polisi Berhasil Ringkus Komplotan Rampok Konter Brilink di Kutim, Satu Masih Buron