SANGATTA – Aksi unjuk rasa pemuda dan mahasiswa Kutai Timur (Kutim) selama tiga hari, berlangsung tanpa ketegangan. Ratusan personel kepolisian yang dikerahkan memilih pendekatan persuasif untuk mengawal jalannya aksi.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan kehadiran aparat bukan untuk membatasi, melainkan memastikan kegiatan berjalan tertib.
“Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Kami hanya mengawal agar tetap aman,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Selama hampir dua jam, mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka tanpa ada gesekan. Usai orasi, massa membubarkan diri dengan tertib.
Koordinator lapangan aksi menyebut pengawalan aparat cukup humanis.
“Kami berterima kasih karena aksi dikawal dengan baik sejak awal sampai selesai,” katanya.
Aksi ini menambah daftar demonstrasi di Kutim yang bisa berlangsung damai tanpa harus berhadapan dengan tindakan represif aparat.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R



