Ardiansyah: Bimtek Layak Digelar Selama Memberikan Dampak Nyata

SANGATTA – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) disebut justru meningkat dibanding tahun sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan Bimtek tetap perlu dilaksanakan selama benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Ardiansyah, Bimtek tidak boleh dipandang sebagai kegiatan yang harus dipangkas semata-mata karena adanya efisiensi anggaran. Yang terpenting adalah kegiatan tersebut mampu meningkatkan kompetensi peserta dan mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Bimtek itu memang dibutuhkan. Yang sering saya sampaikan, kalau Bimtek panitianya 50 orang, pesertanya 10 orang itu yang keliru. Tapi kalau panitianya lima orang, pesertanya 50 orang dan memang materi teknisnya dibutuhkan, silakan dilaksanakan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Ardiansyah menilai ukuran keberhasilan sebuah Bimtek bukan ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana materi yang diberikan mampu meningkatkan kemampuan teknis peserta.

Karena itu, kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sebagai penghentian seluruh program peningkatan kapasitas aparatur. Program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kompetensi tetap harus menjadi prioritas.

Baca Juga:   Bimtek Kepemimpinan Mabigus 2024 di Kutim, Dukung Penuh Perkembangan Pramuka

“Efisiensi tidak ada masalah kita lakukan. Tapi hal-hal yang sangat penting tetap kita laksanakan. Bimtek itu untuk meningkatkan kemampuan teknis,” tegasnya.

Sebagai contoh, Ardiansyah menyebut kegiatan sarasehan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang diselenggarakan Pemkab Kutim. Menurutnya, kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari penguatan kapasitas pengurus FPK agar memahami tugas dan fungsi organisasi dalam menjaga kerukunan masyarakat.

“Pengurus FPK di kecamatan perlu dipahamkan apa yang harus mereka kerjakan. Jadi kegiatan seperti ini memang penting untuk meningkatkan pemahaman mereka,” katanya.

Ia menegaskan, selama pelaksanaan Bimtek dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta, kegiatan tersebut tetap layak dilaksanakan meski pemerintah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

“Yang terpenting bukan banyak atau sedikitnya kegiatan, tetapi manfaat yang dirasakan oleh peserta setelah mengikuti Bimtek,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Ramlah

Editor: Agus S.