SANGATTA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Sangatta, Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah, khususnya di kawasan dataran rendah. Beberapa titik di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, termasuk Desa Sangkima, kini terendam air, menambah kekhawatiran warga setempat.
Salah satu warga, Dewi Sulastri, mengungkapkan kondisi banjir di daerah Sangkima melalui pesan WhatsApp kepada Media Kaltim, Jumat (24/1/2025).
“Hujan terus enggak berhenti, daerah Sangkima,” ujar Dewi Sulastri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, melalui laporan yang diterima, menyebutkan curah hujan yang tinggi pada Januari 2025 menyebabkan debit air di beberapa tempat di Kecamatan Sangatta Selatan meningkat. Terpantau, banjir melanda wilayah sekitar Kantor Desa Sangkima hingga Jalan Poros Pertamina Pk. Km. 13 Teluk Singkama.
“Pemantauan debit air di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan di beberapa Desa dan RT yang debit airnya sudah naik, di mana hujan sampai saat ini berlanjut. Kiranya bencana banjir terjadi di area Kantor Desa Sangkima-Wilayah Sangkima luar Jalan Poros Pertamina Pk. Km. 13 Teluk Singkama,” tulis laporan BPBD Kecamatan Sangatta Selatan.
Dalam upaya mengantisipasi dampak lanjutan, seperti luapan air pasang laut dan sungai yang dapat memperburuk kondisi, Tim TRC Multi Sektor dan relawan BPBD bersama pihak terkait melakukan pemantauan secara intensif. BPBD juga mengimbau agar warga tetap siaga mengingat potensi terjadinya banjir tahunan akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Mewaspadai akan hal ini dari tim Destana Desa dan relawan tetap siaga Banjir. Bersama Tim TRC /Relawan meninjau lokasi banjir di sekitar wilayah Kecamatan Sangatta Selatan,” sambungnya.
Menurut keterangan yang disampaikan Tim TRC Multi Sektor dan warga setempat yang terdampak banjir di beberapa Desa di Sangatta Selatan, kejadian ini merupakan salah satu banjir tahunan disaat intensitas curah hujan tinggi. Warga diminta untuk tetap siaga terhadap kemungkinan bencana banjir tahunan ini, serta waspada terhadap adanya binatang buas jika terjadi banjir.
“Tetap siaga banjir dan waspada terhadap binatang buas seperti buaya dan ular,” tutupnya.
Pewarta : Ramlah Effendy
Editor : Nicha R