Basuki Isnawan Tegaskan Target Porprov Harus Dijawab dengan Kerja Nyata

SANGATTA — Kontingen Kutai Timur (Kutim) memasang target tinggi menjelang ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Di tengah berbagai keterbatasan, Kutim tetap optimistis mampu menembus posisi tiga besar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan target tersebut merupakan arahan langsung pimpinan daerah yang harus dijawab melalui kerja nyata dan persiapan maksimal.

“Kalau mengikuti arahan pimpinan, target kita jelas tiga besar. Saat ini kami terus mempersiapkan semuanya bersama KONI dan cabang olahraga,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Optimisme itu, lanjut Basuki, tidak lepas dari hasil positif yang diraih sejumlah cabang olahraga pada ajang kualifikasi sebelumnya. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Kutim untuk bersaing dengan daerah lain di Porprov mendatang.

Meski demikian, Basuki mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait keterbatasan anggaran dan fasilitas olahraga. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat.

“Insyaallah realistis. Kita hadapi dengan semangat, efisiensi, dan kerja keras,” tegasnya.

Baca Juga:   Dari Senam, Lomba, hingga Anji, Semua Ada di Kutim Expo 2025

Menurut Basuki, pencapaian target prestasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen olahraga di Kutai Timur.

“Ini tanggung jawab kita semua. Pemerintah, KONI, dan seluruh pelaku olahraga punya peran yang sama untuk mencapai hasil terbaik,” katanya.

Terkait pembinaan atlet, Dispora Kutim berperan sebagai mitra yang melakukan monitoring dan evaluasi. Sementara pembinaan teknis atlet sepenuhnya berada di bawah naungan KONI dan masing-masing cabang olahraga.

“Kami terus mendorong pembinaan berjalan berkelanjutan. Semua cabang olahraga harus aktif melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas atlet,” jelasnya.

Selain mengejar prestasi, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat. Menurut Basuki, olahraga tidak hanya berorientasi pada medali, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan aktif.

“Yang utama masyarakat sehat dan gemar berolahraga. Prestasi itu bonus,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah

Editor: Agus S