SANGATTA — Pemerintah Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah. Langkah nyata itu diwujudkan melalui peluncuran program inovatif bertajuk “Cap Jempol Stop Stunting”, Selasa (28/10/2025), di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG), Bukit Pelangi.
Program yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPKKB) Kutim ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan keluarga sehat dan bebas stunting.
Dalam sambutannya, Kepala DPKKB Kutim Achmad Junaidi menjelaskan, Cap Jempol Stop Stunting merupakan inovasi kolaboratif yang menjadi strategi terpadu dalam menangani keluarga berisiko stunting di Kutim.
“Melalui peluncuran ini, kami berharap tercipta sinergi lintas sektor dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga masyarakat untuk memperkuat gerakan bersama menekan angka stunting. Ini langkah konkret membangun keluarga sehat, produktif, dan bebas stunting,” ungkap Junaidi.
Ia menegaskan, setiap keluarga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.
“Keluarga harus menjadi garda terdepan menciptakan generasi emas Kutim yang sehat dan cerdas,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya mengapresiasi inovasi yang digagas DPKKB bersama tim percepatan penurunan stunting. Ia menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi. Dengan cap jempol sebagai simbol komitmen bersama, kita berharap tidak ada lagi anak-anak Kutim yang mengalami stunting,” ujar Ardiansyah.
Momentum peluncuran Cap Jempol Stop Stunting ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat gerakan bersama menuju Kutim bebas stunting. Penuh semangat kolaborasi, kegiatan tersebut menandai langkah baru Pemkab Kutim dalam membangun ketahanan keluarga dan menyiapkan generasi emas masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


