SANGATTA – Kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok di Kutai Timur (Kutim). Banyak kasus dipicu hal sepele seperti tak memakai helm, mengabaikan sabuk pengaman, hingga memaksakan diri berkendara saat lelah. Situasi ini mendorong Polres Kutim menjadikan Dusun IX Bumi Etam, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, sebagai pilot project Kampung Tertib Lalu Lintas.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, keselamatan di jalan raya harus menjadi prioritas. Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa aturan lalu lintas bukan sekadar formalitas, melainkan perlindungan nyata terhadap nyawa.
“Keselamatan di jalan itu nomor satu. Tidak hanya penting bagi diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain. Karena itu, helm SNI dan sabuk pengaman jangan sampai diabaikan,” ujar Fauzan, Selasa (26/8/2025).
Sebagai pilot project, Bumi Etam tak hanya dipersiapkan untuk lomba Kampung Tertib Lalu Lintas yang digelar Ditlantas Polda Kaltim, tetapi juga sebagai model budaya berkendara yang diharapkan menular ke wilayah lain.
Di kawasan ini, pelanggaran lalu lintas bisa langsung ditindak, mulai dari teguran, tilang, hingga sanksi sosial seperti membersihkan rumah ibadah. Namun Fauzan menegaskan, inti dari program ini bukanlah sanksi, melainkan kesadaran kolektif.
“Kalau masyarakat Bumi Etam bisa kompak dan konsisten, kampung ini akan jadi bukti bahwa budaya tertib lalu lintas bisa dibangun dari tingkat desa,” tambahnya.
Melalui program ini, Polres Kutim ingin membuktikan bahwa perubahan perilaku berkendara bisa dimulai dari ruang kecil, sebuah dusun yang siap jadi teladan bagi daerah lain di Kutim.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R



