LPTQ Kaltim Gelar Bimtek Calon Dewan Hakim MTQ Provinsi

SANGATTA — Sebanyak 90 calon dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Kalimantan Timur 2025 mengikuti bimbingan teknis (bimtek) secara daring, Kamis (11/7). Kegiatan ini digelar LPTQ Kaltim sebagai langkah menyegarkan kompetensi sekaligus memastikan kesiapan dewan hakim yang akan bertugas dalam perhelatan MTQ ke-45 di Sangatta, 13–19 Juli 2025.

“Tujuannya adalah penyegaran kompetensi dan mempersiapkan calon dewan hakim yang adil, amanah, objektif, dan profesional,” ujar Ketua Bidang Perhakiman LPTQ Kaltim, Prof. Bambang Iswanto, yang juga Guru Besar UINSI Samarinda.

Bambang menambahkan, kegiatan ini menghadirkan 10 pakar dan dewan hakim nasional sebagai narasumber, yang membimbing para peserta sesuai bidang masing-masing, seperti Tilawah, Qiraat, Tahfiz, Tafsir, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Ketua II LPTQ Kaltim, Dasmiah, mewakili Ketua Umum Sri Wahyuni yang juga Sekda Provinsi Kaltim, menegaskan pentingnya pemahaman etika dan profesionalitas dalam perhakiman.

“Bimtek ini sangat penting agar dewan hakim benar-benar memahami etika perhakiman dan kompetensi lain yang harus dimiliki,” ucap Dasmiah dalam sambutannya saat membuka kegiatan.

Baca Juga:   Disdikbud Kutim Siapkan 35 Sekolah Menuju Predikat Rujukan Google

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pembaruan informasi dari para narasumber yang kompeten. “LPTQ Kaltim kini menjadi perhatian daerah lain setelah menjadi juara umum MTQ Nasional, dan terus memperbaiki diri termasuk sistem rekrutmen berbasis instrumen penilaian kelayakan,” tambahnya.

“Atas nama LPTQ Kaltim, kami menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh panitia serta peserta yang berkontribusi dalam kegiatan ini,” tutup Dasmiah.

Ketua III LPTQ Kaltim, Jauhar Efendi, turut mengapresiasi semangat peserta. “Seluruh calon dewan hakim yang terdaftar hadir mengikuti kegiatan. Antusiasme mereka luar biasa,” ucapnya.

Setelah pembukaan secara bersama, peserta dibagi ke dalam breakout room sesuai bidang kompetensinya masing-masing untuk mengikuti bimtek secara lebih spesifik dan mendalam. (mje/MK)

Editor: Agus S