spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Kutim Targetkan HAKI Pisang Kepok Grecek di 2024

SANGKULIRANG – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengatakan saat ini pihaknya tengah meyakinkan publik, bahwa pisang kepok grecek akan mendapatkan hak kekayaan intelektual (HAKI). Oleh karena itu pisang kepok grecek terus dikembangkan dan didampingi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kaltim.

“Tahun depan ada dua yang kita ajukan (mendapatkan HAKI). Yakin nanas madu dan pisang kepok grecek ini. Mudah-mudah pisang gepok bisa dapat (HAKI), mengingat sudah banyak pula permintaan pisang kepok dari luar daerah,” kata Ardiansyah usai memberikan arahan di Bimtek dan Sertifikasi Benih Pisang dan Teknologi Budidaya Tanaman Pisang bagi petani di Desa Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, Selasa (19/9/2023).

Ia menjelaskan pisang kepok grecek ini adalah pisang asal Kaltim. Asal namanya pisang saba di bahasa Indonesiakan menjadi pisang kepok. Ditambahkan bahasa Kutai lagi grecek. Jadilah pisang kepok grecek namanya. Kendati demikian, Ardiansyah mengutarakan pisang ini telah mendapatkan hati di berbagai negara. Di antaranya Amerika, Malaysia, Singapura, Hongkong. Sementara di dalam negeri di Sumatera Utara serta daerah lainnya.

Baca Juga:   Fokus Eliminasi TBC 2030, Dinkes Kutim Lakukan Sosialisasi Perbup dan Validasi Data TB

“Insyaallah, kita berdaulat di bidang ketahanan pangan, sehingga menciptakan peluang menyejahterakan rakyat,” ucap orang nomor satu di Pemkab Kutim itu didampingi Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum dan para PPL Sangkulirang.

Ardiansyah menjelaskan alasan mengapa harus memperoleh HAKI? Karena sudah banyak daerah lain mengambil bibit pisang kepok grecek ini. Untuk itu harus menjadi perhatian khusus oleh Pemkab Kutim dengan memperoleh HAKI di tahun depan. Kemudian produk-produk harus ditingkatkan dengan menciptakan turunannya pisang kepok grecek.

“Selanjutnya perluasan areal tanam pisang kepok grecek yang diberikan pemerintah untuk para petani. Meskipun sudah tertanam seluas 5.800 Hektare di Kutim, tapi tak boleh berhenti di situ,” tegasnya.

Ardiansyah mengungkapkan selain pisang kepok grecek di wilayah ini juga tengah dikembangkan pisang cavendish. Karena pisang cavendish ini merupakan salah satu peluang besar yang masuk dalam pasar dunia.

“Saya minta petani terus semangat, karena ada beberapa negara senang dengan pisang kepok. Apalagi pisang cavendish yang sudah mendunia sejak dahulu. Ini potensi yang luar biasa,”¬†tutupnya.¬†(Rkt)

Baca Juga:   Dukung Pengetahuan Guru PAUD, Disdikbud Kutim Bagikan 151 Laptop

Most Popular