Penghapusan Cabang Olahraga Dinilai Ancam Pembinaan Atlet Kaltim

BALIKPAPAN – Wacana pengurangan jumlah cabang olahraga (cabor) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 mendapat penolakan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan. Kebijakan efisiensi anggaran dinilai tidak semestinya dilakukan dengan menghapus cabang olahraga karena berpotensi mengganggu pembinaan atlet yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun.

Berdasarkan informasi yang berkembang, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VIII Kaltim berpotensi berkurang dari 64 menjadi 50 cabor. Jika terealisasi, sebanyak 14 cabang olahraga tidak akan dipertandingkan pada ajang yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026.

Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menegaskan pengurangan cabang olahraga bukan solusi tepat untuk mengatasi keterbatasan anggaran. Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota telah menjalankan proses pembinaan serta mempersiapkan atlet untuk menghadapi pesta olahraga terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

“Jangan sampai cabang olahraga yang menjadi korban. Kalau memang harus melakukan efisiensi, lebih baik mengurangi nomor pertandingan, bukan menghilangkan cabang olahraganya,” ujar Gasali, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan para atlet telah menjalani program latihan dalam waktu yang panjang, termasuk mempersiapkan kondisi fisik maupun mental. Karena itu, apabila sebuah cabang olahraga dibatalkan menjelang pelaksanaan Porprov, dampaknya akan sangat besar bagi atlet maupun pengurus cabang olahraga.

Baca Juga:   Modus Baru Peredaran Sabu Terbongkar di Bengalon, Polisi Sita 16,16 Gram

“Persiapan mereka sudah berjalan. Kalau tiba-tiba tidak dipertandingkan, tentu akan menimbulkan kekecewaan bagi atlet dan pengurus cabang olahraga,” katanya.

Gasali berharap Panitia Besar Porprov VIII Kaltim kembali mengevaluasi rencana tersebut sehingga seluruh cabang olahraga tetap dapat diakomodasi. Menurutnya, efisiensi anggaran masih bisa dilakukan tanpa menghilangkan kesempatan atlet untuk bertanding.

Penolakan serupa disampaikan Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Balikpapan, Alkuwait. Ia mengaku keberatan apabila cabang olahraga hoki termasuk dalam daftar yang dihapus dari Porprov VIII.

Menurutnya, hoki merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Kalimantan Timur yang telah banyak menyumbangkan prestasi di tingkat nasional. Atlet-atlet hoki Kaltim bahkan pernah meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan beberapa di antaranya dipercaya memperkuat tim nasional Indonesia di ajang SEA Games.

“Kami merupakan salah satu cabor andalan Kaltim. Kalau sampai tidak bisa diperjuangkan dan akhirnya tidak dipertandingkan, tentu sangat disayangkan,” ujarnya.

Alkuwait menegaskan keberlangsungan pertandingan hoki di Porprov bukan semata-mata soal perebutan medali, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet dan regenerasi olahraga di daerah.

Baca Juga:   Biaya Rujukan Dipertanyakan, Kepala Pusban Tegaskan Bukan Kewenangannya

Ia berharap Pengurus Provinsi FHI Kalimantan Timur bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperjuangkan agar hoki tetap masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VIII Kaltim.

“Keputusan mengenai pengurangan cabang olahraga seharusnya mempertimbangkan rekam jejak prestasi dan kontribusi masing-masing cabor terhadap perkembangan olahraga Kalimantan Timur, sehingga kebijakan efisiensi tidak menghambat pembinaan atlet berprestasi,” tambahnya.

KONI Balikpapan bersama FHI Balikpapan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pembahasan bersama antara panitia pelaksana, KONI, dan pengurus cabang olahraga. Dengan demikian, Porprov VIII Kaltim tetap dapat mengakomodasi seluruh cabang olahraga yang telah dipersiapkan oleh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Aprianto

Editor: Agus S.