SANGATTA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Agung Al Faroek, Sangatta, Senin (8/9/2025), berlangsung khidmat. Ratusan jemaah dari lingkup pemerintahan hingga masyarakat umum memadati masjid. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yang hadir langsung memanfaatkan momentum itu untuk menyampaikan pesan moral dan sosial.
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan salah satu teladan Rasulullah SAW yang relevan dengan era modern adalah pentingnya menjaga kebenaran, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di zaman digital ini, prinsip tabayyun sangat penting. Jangan asal sebarkan berita. Sebelum dibagikan, periksa jelas-jelas informasinya. Karena sekali tersebar, berita yang tidak benar bisa menimbulkan fitnah dan keresahan,” pesan Ardiansyah.
Selain menyoroti literasi digital, Bupati juga menyentil persoalan nikah siri atau pernikahan di bawah tangan yang masih sering terjadi di masyarakat. Ia menegaskan praktik tersebut membawa dampak buruk, terutama bagi anak-anak.
“Nikah di bawah tangan jangan dilakukan. Akibatnya anak nanti sulit masuk sekolah, sulit mengurus administrasi. Karena itu kami harapkan Kementerian Agama segera mempermudah sidang isbat agar anak-anak bisa sekolah dengan baik,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kutim itu mengingatkan, menikah melalui jalur resmi di hadapan agama dan negara adalah bentuk tanggung jawab, sekaligus perlindungan hukum bagi pasangan dan keturunannya. Ia berharap masyarakat tidak lagi menganggap nikah siri sebagai solusi praktis, sebab yang dirugikan justru generasi berikutnya.
Peringatan Maulid Nabi SAW ini, menurutnya, seharusnya tidak dimaknai sebatas seremonial. Lebih dari itu, menjadi pengingat bagi umat untuk menata kehidupan sosial sesuai teladan Rasulullah, menjaga kejujuran, menolak kebohongan, dan mengutamakan kasih sayang demi masa depan anak-anak.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R



