SANGATTA – Hiruk-pikuk pagi di Sangatta, Kutai Timur (Kutim), selalu dipenuhi aktivitas. Orang tua terburu-buru mengantar anak sekolah, pekerja mengejar waktu, dan kendaraan saling berebut ruang. Untuk menjaga lalu lintas tetap terkendali, polisi lalu lintas hadir di persimpangan sibuk sejak pagi hari.
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyebut langkah ini sebagai bagian dari commander’s wish, yakni harapan agar polisi benar-benar dekat dengan masyarakat, bukan hanya hadir saat penindakan.
“Pelayanan pagi ini kami gelar mulai pukul 07.00 sampai 07.45 WITA di titik-titik rawan macet. Tujuannya sederhana, supaya orang tua yang mengantar anak sekolah maupun pengguna jalan lainnya bisa merasa lebih aman dan nyaman,” ujar Fauzan, Selasa (16/9/2025).
Ia menekankan, kemacetan di pagi hari kerap memicu potensi kecelakaan. Karena itu, polisi tidak hanya mengatur arus lalu lintas, tetapi juga mengingatkan pengendara agar lebih disiplin. “Kami imbau pengendara roda dua untuk pakai helm standar dan tidak menggunakan handphone saat berkendara. Hal-hal sepele inilah yang sering berakibat fatal,” tegasnya.
Manfaat keberadaan polisi di jalan juga dirasakan warga. “Kalau ada polisi yang jaga, lebih lancar. Anak bisa sampai sekolah tepat waktu,” ungkap Shani, seorang ibu rumah tangga.
Fauzan menambahkan, kegiatan ini merupakan arahan Kapolda Kaltim dan Kapolri agar pelayanan kepolisian tidak berhenti di kantor, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat.
Dengan rutinitas pagi yang semakin padat, polisi di persimpangan bukan hanya pengatur lalu lintas, tetapi menjadi wajah pelayanan yang membuat pagi warga Kutim lebih aman, tertib, dan lega.
Penulis: Ramlah
Editor: Agus S




