SANGATTA – Jalur utama penghubung Sangatta–Bengalon di titik longsor KM 23+050 akhirnya bisa dilalui dua arah kembali. PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah merampungkan perkerasan semi permanen, meski pengaspalan permanen belum dilakukan.
“Sekarang kendaraan sudah bisa lewat dua arah. Tinggal pengaspalan saja,” kata Wawan Setiawan, GM External Affairs and Sustainable Development KPC, Sabtu (13/9/2025).
Namun di balik kabar baik itu, ada ironi. Jalan nasional yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, justru ditopang oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tambang. Untuk perbaikan permanen, KPC mengalokasikan Rp 5,9 miliar dari CSR, dengan rencana pengerjaan dimulai Oktober mendatang.
KPC juga telah menyelesaikan pengeboran tanah (sondir) di enam titik lokasi longsor. Analisis ini penting untuk menentukan kekuatan konstruksi permanen.
“Sondir ini untuk memastikan perbaikan yang dibangun nanti benar-benar kuat,” ujar Wawan.
Seperti diketahui, longsor di KM 23+050 terjadi awal tahun akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Pada Maret lalu, KPC sempat melakukan perbaikan darurat atas permintaan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, namun pergerakan tanah tetap berlanjut.
Kini, dengan perbaikan permanen masih menunggu hasil analisis tanah, publik menaruh perhatian lebih. Jalan poros Sangatta–Bengalon bukan hanya urat nadi pergerakan warga, tapi juga jalur vital angkutan barang dan logistik.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


