Ribuan Warga Samarinda Hening, Hormati Merah Putih di Simpang Lembuswana

SAMARINDA – Ribuan warga Kota Samarinda berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih di simpang Mal Lembuswana, Minggu (17/8) pagi.

Sekitar pukul 11.00 Wita, lalu lintas di salah satu perempatan tersibuk itu mendadak terhenti. Klakson dan deru mesin kendaraan lenyap, berganti keheningan ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan tegak di tengah jalan.

Tidak ada pasukan upacara atau protokol resmi. Lebih dari 1.500 warga, relawan, komunitas, hingga pengemudi ojek daring berdiri tegak di bahu jalan, memberikan penghormatan tulus. Momen yang hanya berlangsung sekitar 15 menit, tetapi cukup untuk menciptakan keheningan yang sakral. Tak ada barisan pasukan yang rapi atau protokol resmi.

Kegiatan tersebut pertama kali digagas pada 2020, di tengah pandemi Covid-19, sebagai cara sederhana merayakan kemerdekaan. Sejak itu, setiap tahun di bulan Agustus, tradisi ini rutin digelar. Tahun ini menjadi penyelenggaraan keenam, sekaligus memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Tujuannya sederhana, membangkitkan semangat kebangsaan,” ujar Kasat Binmas Polresta Samarinda, AKP Danovan. Ia mengapresiasi semangat masyarakat yang mampu menyiapkan acara ini dalam waktu singkat.

Baca Juga:   Dukung Generasi Tangguh, Pandi Widiarto Hadiri Lomba PBB Hari Bhayangkara

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto, yang mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 95 satuan relawan.

“Penghormatan ini terbuka. Kami ingin masyarakat luas bisa berbaur, tidak terbatas seperti upacara resmi di pemerintah,” jelasnya.

Di tengah hiruk pikuk kota, momen hening di perempatan jalan ini menjadi pengingat yang kuat bahwa rasa kebangsaan masih hidup dan berakar dalam sanubari masyarakat.

Jalan raya yang biasanya bising justru memberi ruang bagi warga untuk meresapi makna kemerdekaan. Di sana, di bawah kibaran Merah Putih, perbedaan melebur, menyisakan satu rasa: rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Pewarta: Dimas
Editor: Nicha R