Tanpa Kembang Api dan Konvoi, Polres Kutim Dorong Perayaan Tahun Baru yang Tertib

SANGATTA – Malam pergantian tahun di Kutai Timur (Kutim) dipastikan berlangsung tanpa hiruk-pikuk. Kepolisian Resor Kutai Timur (Kutim) menetapkan pembatasan ketat terhadap perayaan Tahun Baru, mulai dari larangan pesta kembang api hingga konvoi kendaraan bermotor. Kebijakan ini diklaim sebagai upaya menjaga ketertiban umum sekaligus mendorong refleksi sosial di tengah duka nasional akibat bencana alam di sejumlah daerah.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, masyarakat diminta merayakan tahun baru secara sederhana dan tidak berlebihan. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti konvoi roda dua dan roda empat, konsumsi minuman keras, serta penyalahgunaan narkoba, menjadi perhatian utama aparat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi dan pesta kembang api. Rayakan tahun baru dengan cara yang lebih sederhana dan bermakna,” ujar AKBP Fauzan, Rabu (31/12/2025).

Pembatasan tersebut dibarengi dengan peningkatan patroli di sejumlah titik strategis. Aparat disiagakan untuk mengantisipasi kerumunan, pelanggaran lalu lintas, serta potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul setiap malam pergantian tahun.

Baca Juga:   Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Gang Bhayangkara Sangatta Ludes Terbakar

Meski dibungkus narasi empati dan kepedulian sosial, kebijakan ini juga mencerminkan kekhawatiran aparat terhadap potensi eskalasi gangguan keamanan. Rekam jejak perayaan tahun baru sebelumnya menunjukkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas, penggunaan minuman keras, hingga gesekan antarkelompok.

Kebijakan ini kini menempatkan Polres Kutim pada ujian berikutnya: konsistensi dan keadilan dalam penegakan aturan. Publik menanti apakah patroli dan penindakan dilakukan secara proporsional, tanpa tebang pilih.

Keberhasilan pengamanan malam tahun baru di Kutim bukan semata diukur dari sepinya jalanan atau nihilnya pesta kembang api, melainkan dari kemampuan aparat menjaga ketertiban tanpa memicu jarak dengan masyarakat.

Pergantian tahun di Kutim kali ini diharapkan tidak ditandai gemuruh perayaan, melainkan suasana yang lebih tertib dan terkendali.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung imbauan ini dan bersama-sama menciptakan suasana tahun baru yang aman, damai serta penuh kepedulian sosial,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R