SANGATTA – Harapan warga Kutai Timur (Kutim) menikmati jalan poros Rantau Pulung–Sangatta yang lebih layak akhirnya mendapat kepastian. Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, memastikan pembangunan kembali dilanjutkan tahun ini dengan dukungan tiga sumber pendanaan. Yakni bantuan keuangan provinsi, Dana Alokasi Umum (DAU), dan Instruksi Presiden (Inpres) Dalam Daerah (IGD).
“Untuk tahun ini ada tiga sumber dana. Fokus pekerjaannya di ruas Rantau Pulung, mulai dari simpang Kabo, Telaga Batu Arang, sampai ke Rantau Pulung,” terang Joni.
Selama ini, masyarakat masih bisa menempuh perjalanan melalui jalur Bengalon. Namun, rute tersebut jauh lebih panjang dan memakan waktu, sehingga kerap dikeluhkan warga. Dengan adanya kepastian pembangunan, masyarakat berharap hasilnya bisa segera dirasakan.
Selain memudahkan mobilitas, jalan poros Rantau Pulung–Sangatta juga berperan vital bagi aktivitas ekonomi warga yang menggantungkan hidup pada hasil kebun, pertanian, dan perdagangan lokal.
“Kalau jalan sudah bagus, perjalanan jadi lancar, ongkos angkut juga bisa lebih murah. Kami sangat berharap pengerjaannya cepat selesai,” ungkap Sulaiman, warga Rantau Pulung.
Hal senada disampaikan Arif, seorang sopir angkutan. Ia menuturkan jalan yang mulus akan berdampak langsung pada efisiensi kerja. “Kalau lewat Bengalon bisa nambah dua jam perjalanan. Itu artinya nambah bahan bakar juga. Jadi kami sangat senang dengar kabar ini, semoga tidak sekadar janji,” katanya.
Dengan adanya kucuran dana dari berbagai sumber, masyarakat optimistis pembangunan jalan poros ini segera terwujud. Lebih dari sekadar infrastruktur, akses yang lebih baik diharapkan menjadi pintu pembuka bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutim, khususnya di wilayah Rantau Pulung.
Penulis: Ramlah
Editor: Agus S



