SANGATTA – Suasana Rabu (20/8/2025) pagi di Teras Belad terasa berbeda. Puluhan wartawan dari Bontang, Sangatta, hingga Tenggarong tampak serius menyiapkan diri. Bukan untuk sekadar meliput, melainkan untuk diuji, apakah mereka layak menyandang predikat wartawan kompeten.
Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ini adalah kali kedua AJKT bekerja sama dengan Solopos, menghadirkan penguji berpengalaman dari media nasional.
Bagi Asdar, Sekretaris AJKT, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Ada harapan besar di baliknya.
“UKW ini agenda rutin. Kami ingin AJKT menjadi patron bagi rekan-rekan wartawan dalam menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan sesuai kode etik,” ucapnya penuh semangat.
Di sela-sela meja ujian, tampak beberapa peserta berwajah tegang. Ada yang bolak-balik membaca catatan kecil, ada pula yang menatap layar laptop seolah mengulang-ulang rumus jurnalisme dalam pikirannya. Uji kompetensi memang bukan hanya soal hafalan, tetapi menguji sikap, keterampilan menulis, hingga pemahaman etika.
Anton, penguji dari Solopos, mengaku kagum dengan konsistensi AJKT.
“Ini kali kedua saya menjadi penguji dalam UKW AJKT. Hal ini membuktikan bahwa AJKT memiliki tekad kuat untuk melahirkan wartawan yang kompeten dan profesional di bidangnya,” tuturnya.
Di balik keseriusan ujian, terselip rasa kebersamaan. Para peserta yang sehari-hari bersaing di lapangan kini duduk berdampingan, sama-sama menakar kemampuan diri. Ada kebanggaan tersendiri, bahwa dari Kutim, lahir generasi jurnalis yang ingin terus belajar dan menjaga marwah profesinya.
Lebih dari sekadar ujian, UKW ini menjadi pengingat bahwa jurnalisme bukan hanya tentang cepat memberitakan, tetapi tentang tanggung jawab menyajikan informasi yang benar dan berimbang. Dan di Teras Belad, tekad itu kembali diteguhkan.
Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R


