SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), di tengah kekhawatiran terhadap krisis energi.
Menurutnya, kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 memang dapat mengurangi mobilitas aparatur sipil negara (ASN). Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab persoalan ketergantungan energi secara menyeluruh.
“Kita tidak hanya bicara mengurangi aktivitas lewat WFH, tapi bagaimana mengubah pola konsumsi energi. Salah satunya dengan kendaraan listrik,” ujarnya.
Mahyunadi mengungkapkan bahwa dirinya telah menggunakan kendaraan dinas berbasis listrik selama lebih dari satu tahun. Dari pengalaman tersebut, ia menilai kendaraan listrik tidak hanya nyaman, tetapi juga efisien dari sisi biaya operasional.
Ia mencontohkan perjalanan Sangatta–Balikpapan pulang-pergi. Jika menggunakan kendaraan berbahan bakar konvensional, biaya yang dibutuhkan bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Sementara dengan kendaraan listrik, biaya operasionalnya kurang dari Rp300 ribu.
“Ini bisa jadi contoh. Selain nyaman, juga jauh lebih hemat,” katanya.
Menurutnya, efisiensi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik di lingkungan ASN. Selain mengurangi beban biaya, langkah ini juga sejalan dengan upaya transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Meski demikian, Mahyunadi menegaskan bahwa penerapan kebijakan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik serta mekanisme penggunaannya di lingkungan pemerintahan.
Ia menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari strategi jangka panjang daerah dalam menghadapi tantangan energi ke depan.
“WFH tetap berjalan, tapi kita juga perlu solusi yang lebih permanen. Kendaraan listrik ini salah satu jawabannya,” tegasnya. (MK)
Penulis: Ramlah
Editor: Agus S


