Perjalanan Panjang Orang Tua dari Kongbeng, Dukung Putra Bungsu di Paskibraka

SANGATTA – Pengukuhan 36 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutai Timur (Kutim), Jum’at(15/8/2025), menjadi momen istimewa bagi pasangan Hendra Hermawan dan Een Suhaeni. Mereka datang jauh-jauh dari Kongbeng demi menyaksikan putra bungsu mereka, Cahya Nugraha, dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka dengan posisi terhormat sebagai Komandan Pleton (Danton).

Cahya, siswa SMK Negeri 1 Kongbeng, berhasil lolos seleksi ketat dan menjalani latihan fisik berbulan-bulan.

“Kadang dia pulang rumah langsung tertidur di sofa, saking capeknya latihan. Badannya pegal-pegal, kulitnya hitam terbakar matahari, tapi dia tidak pernah mengeluh,” tutur sang ibu, Een Suhaeni, dengan bangga kepada Media Kaltim.

Perjalanan menuju momen bersejarah ini tidak hanya berat bagi Cahya, tetapi juga bagi orang tuanya. Meski harus menempuh jarak ratusan kilometer dari Kongbeng ke Sangatta menggunakan mobil sewa atau travel, Hendra dan Een tetap semangat hadir.

“Kami ingin dia tahu, apa pun yang dia perjuangkan, kami ada untuknya. Tetap semangat dan percaya diri, itu pesan kami untuk Cahya,” ujar Hendra.

Baca Juga:   Isu Jual APBD Rp600 Miliar, Bupati Kutim: Itu Hoaks dan Menyesatkan

Bagi keluarga ini, pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan doa yang terbayar.

“Bendera yang akan dia kibarkan nanti bukan cuma kain merah putih. Di dalamnya ada harapan, doa, dan cinta kami,” kata Een lirih.

Hendra dan Een berharap, saat Cahya dan temannya bertugas nanti, tidak ada halangan berarti dan seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar serta sukses.

“Setelah usai ikut Paskibraka, kami ingin kedisiplinan yang dia dapatkan bisa dia terapkan di kehidupan sehari-hari. Itu bekal berharga untuk masa depannya,” tambah Hendra.

Pada upacara 17 Agustus nanti, pasangan ini berencana kembali ke Sangatta untuk menyaksikan Cahya memimpin pasukan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di hadapan masyarakat Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Nicha R