SANGATTA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur angkat bicara terkait isu yang menyeret seorang oknum pegawainya dan viral di media sosial.
Isu tersebut mencuat setelah beredarnya unggahan yang memperlihatkan seorang pria yang disebut sebagai pegawai DPPKB tengah berpelukan dengan pria lain. Konten tersebut memicu reaksi publik dan dinilai berdampak terhadap citra lembaga.
Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi persoalan tersebut. Ia memastikan, jika terbukti bersalah, oknum yang dimaksud tidak akan mendapat perlindungan.
“Secara sikap, DPPKB tidak akan melindungi atau memberikan dukungan. Harus tegas dan diusut tuntas,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Jumran mengakui bahwa isu tersebut berdampak pada citra lembaga, mengingat DPPKB merupakan instansi yang aktif melakukan penyuluhan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Ini bukan hanya persoalan pribadi, tetapi juga menyangkut nama dinas dan pemerintah daerah,” tegasnya.
Dampak dari isu ini bahkan dirasakan langsung pada program di lapangan, salah satunya Program Generasi Berencana (Genre) yang menyasar kalangan remaja. Dalam salah satu rapat koordinasi yang digelar Maret lalu, tidak ada peserta yang hadir.
“Sampai sore tidak ada satu pun peserta. Kemungkinan karena dilarang orang tua akibat isu yang beredar,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan kedisiplinan pegawai sebenarnya sudah menjadi perhatian, termasuk saat kunjungan pihak BKKBN Kaltim dalam agenda monitoring dan pembinaan tenaga penyuluh.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dugaan korban dalam kasus tersebut. Penanganan terhadap oknum yang dimaksud masih menunggu proses lebih lanjut sesuai kewenangan yang berlaku.
DPPKB Kutim menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas lembaga serta memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani secara transparan dan sesuai aturan. (Ramlah)
Penulis: Ramlah
Editor: Agus S


